Tuesday, May 23, 2017

KEUTAMAAN SHAUM DI BULAN SUCI RAMADHAN

KEUTAMAAN SHAUM DI BULAN SUCI RAMADHAN DAN HIKMAHNYA




ASSALAMUALAIKUM,

Kabar baik untuk kita semua selaku umat muslim yang sebentar lagi akan menyambut bulan suci ramadhan yang tinggal menghitung hari lagi. Namun apa saja yang harus kita persiapkan untuk mennyambutnya ? bukan hanya sekedar makananya saja ya yang harus di persiapkan tapi kondisi fisik yang fit juga harus di persiapkan, dan tidak lupa untuk menjaga kekuatan mental kita yang tidak boleh batal ya shaum nya.
Namun apa sih arti shaum itu ??? mari kita ulas satu persatu ya.
Sebagai seorang muslim yang taat pasti kita tahu kan arti shaum yang sesungguhnya .
A.                           Pengertian dan Ketentuan Puasa (shaum) di bulan suci ramadhan.
Seperti terdapat dalam surat Al-Baqarah : 183 – 184 berikut :



Hai Orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (183). (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang di tinggalkan itu pada hari-hari yang lain, dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankanya (jika mereka berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan orang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengeerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184). “

Pada ayat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Allah Swt menyeru kepada orang-orang yang beriman diantara umatnya untuk berpuasa sebagaimana orang-orang terdahulu (ahlul kitab) .

Puasa dalam bahasa arab diartikan juga Shaum yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkanya yaitu makan, minum, menahan/menjaga hawa nafsu dari segala yang dilarang oleh allah swt dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dan senantiasa dijalankan dengan niat yang tulus (ikhlas) karna Allah Swt, semata.karna puasa itu sendiri mengandung hikmah sebagai bentuk penyucian, pembersih, dan penjernih diri dari perbuatan-perbuatan jelek dan akhlak tercela lainya .

Puasa yang di wajibkan oleh Allah tersebut jatuh di bulan suci ramadhan yaitu kita diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh dimana dibulan tersebut Allah swt banyak memberikan keberkahan, ampunan, dan dihapuskanya dosa-dosa kita serta bulan dikabulkanya doa-doa kita.

Namun sebelum allah memerintahkan puasa di bulan ramadhan  allah telah memerintahkan puasa selama 3 hari di awal bulan islam pada masa nabi Nuh A.s. kemudian hal itu di nasakh (dihapus) dan digantikan dengan bulan suci ramadhan .


  “ Di riwayatkan dari Mu’adz, ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Atha,’ , Qatadah dan adh-Dhahhak bin Muzahim, bahwa puasa itu pertama kali dijalankan seperti yang diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, yaitu tiga hari setiap bulanya. Ditambhakan oleh adh-Dhahhak, bahwa pelaksanaan puasa seperti ini masih disyariatkan pada permulaan islam sejak nabi Nuh a.s sampai allah Menasakhkanya dengan Puasa Ramadhan. “

Hukum puasa itu sendiri merupakan wajib bagi seorang muslim yang beriman, baligh, berakal, mampu (untuk mengerjakanya) .
Sedangkan bagi orang-orang yang dalam keadaan tertentu allah meringankanya dengan beberapa ketentuan seperti tersebut pada surat Al-Baqarah : 184 di atas.diantaranya
 
 “ Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankanya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidyah , (yaitu): memberi makan seorang miskin, barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajika, mka yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
           
     Allah Swt. Kemudian menjelaskan hukum puasa sebagaimana yang berlaku pada permulaan islam. Allah berfirman :


“ Barang siapa ada diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) mka, (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu dari hari-hari yang lain. ‘ Artinya,orang yang sakit dan sedang dalam perjalanan diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Karna ha itu merupakan kesulitan bagi mereka. Namun mereka yang sakit dan dalam perjalanan harus mengqadhanya (megganti puasanya) pada hari-hari yang lain.adapun orang yang sehat atau tidak dalam perjalanantetapi merasa berat berpuasa baginya ada dua pilihan : berpuasa atau memberikan makan. Jika mau ia boleh berpuasa atau juga boleh berbuka , taetapi juga harus memberikan makan kepada orang miskin setiap harinya, maka yang demikian itu lebih baik. Dan berpuasa lebih baik dari memberi makan. Demikian pendapat menurut ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Mujjahid , Thawus , Muqathil bin Hayyan dan ulama salaf lainya. “  oleh karna itu Allah Swt berfirman :

Dan wajib bagi orang-orang yang merasa berat menjalankanya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan orang seorang miskin, Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
               
  Berdasarkan firman Allah Swt diatas dan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahwa ada beberapa ketentuan apabila seorang mukmin tak sanggup untuk berpuasa penuh dan harus mengqadhanya/membayar fidyah diantaranya :
-          Orang yang sedang sakit
-          Orang yang sedang dalam perjalanan jauh.
-          Orang tua yang sudah lemah.
-          Wanita hamil dan menyusui .
-          Wanita yang sedang Haid / nifas .

B.                                Kemuliaan bulan suci Ramadhan .

Allah swt berfirman dalam surat al-baqarah : 185



“ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan (pembeda antara yang haq dan yang bathil). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu maka hendaklah ia berpuasa. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Maka (wajiblah) baginya berpuasa , sebanyak hari yang ditinggalkanya itu , pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur” ( 2:185) .

                Pada ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Allah Swt memuliakan bulan puasa diantara bulan-bulan lainya dengan memilih (mengatur/menentukan) sebabagai bulan diturunkanya Al-Quran Al-Azhim. Allah memberikan keistimewaan ini pada bulan Ramadhan sebagaimana telah dinnyatkan dalam hadist bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab-kitab ilahiah diturunkan kepada para Nabi. Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullahu meriwayatkan darri watsilah bin Al-asqa ; bahwa rasulullah Saw bersabda :


Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadhan , dan Al-Quran diturunkan 24 Ramadhan “ (HR. Ahmad).
               
  Shuhuf Ibrahim, Kitab Taurat , Zabur , dan Injil diturunkan kepada nabi penerimanya dalam satu kitab sekaligus. Sedangkan Al-Quran diturunkan secara sekligus (dari Lauh Mahfuzh) ke Baitul Izzah di Langit dunia. Dan hal itu terjadi pada bulan Ramadhan di Malam Lailatur Qadar. Sebagaimana Firman Allah Swt :

´Sesungguhnya kami telah menurunkanya pada malam kemuliaan “ ( Al-Qadr :1)

 Sesungguhnya kami telah menurunkanya pada bulan yang penuh berkah “ ( Ad-Dukhan : 3)


Hikmah yang bisa kita dapatkan pada saat bulan Ramadhan Ialah : 

- Melatih Kejujuran 
       
    Kejujuran akan mengantar seseorang ke surga , sabda Rasulullah saw : 

" sungguh kejujuran itu akan mengantar (seseorang) kepada kebaikan (amal Shalih), dan kebaikan (Amal Shalih) akan mengantarkan (seseorang) ke surga '' ( H.R Bukhari:6094, Muslim:2670) . 

- Melatih Kesabaran 

     Pahala Orang yang bersabar tiada batasnya , Q.S Azumar : 10: 

" sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas " (Q.s Azumar : 10)

- Melatih Keimanan

  Bulan Ramadhan merupakan bulan pelatihan diri yang semuanya mencakup kebutuhan jasmani dan rohani yang akan mengantarkan kita pada tingkatan iman yang tinggi kepada Allah Swt. 

- Menyehatkan badan.

   Pada Bulan Ramadhan tubuh kita akan menjadi sehat dan bugar karena yang kita makan di bulan ramadhan biasanya makanan yang penuh protein dan bergizi seperti menu buka puasa berupa ( sup Buah, Kolak, Kurma) yang di dalamnya mengandung berbagai macam protein , selain itu selama kita berpuasa tubuh tidak akan mendapat asupan makanan yang tidak baik bagi tubuh sewaktu tidak berpuasa biasanya yang kita makan adalah makanan diluar yang jauh dari kata sehat. 

- Melatih Disiplin.

    Disiplin itu tumbuh karena adanya dorongan terhadap diri untuk melakukan sesuatu tepat pada waktunya seperti beribadah kepada allah saat adzan berkumandang, shalat menjadi lebih awal, dll

- Melatih Jiwa. 

   Biasanya di bulan ramadhan orang cenderung untuk tidakmelakukan hal kemaksiatan diri untuk mencegah batalnya puasa itu sendiri , jadi jiwa mereka akan merasa tenang dan bersih dari perbuatan maksiat. 

- Melatih Fisik
   
  Jika dihubungkan dengan Fisik , Shaum juga bisa melatih Fisik agar senantiasa bugar karna asupanmakanan yang kita makan mengandung banyak protein, karbohidrat , dan vitamin yang ada pada buah.  nah pola tidur pun akan berpengaruh pada kondisi fisik . 

Dengan Berpuasa penuh di Bulan suci Ramadhan mudah-mudahan kita bisa mmendapatkan 7 point hikmah puasa Ramadhan tersebut di atas dan mudah-mudahan kita menjadi golongan orang-orang yang bertaqwa . 

Sungguh betapa Luar biasanya bulan suci Ramadhan ini, dimana Bulan Rammmadhan merupakan bulan yang paling dimuliakan dan diberkahkan oleh Allah swt, betapa banyak pula keringanan yang Allah berikan kepada kita selaku umatnya agar senantiasa taat terhadap ketentuan-Nya.  Subhanallah Harusnya kita senantiasa bersyukur terhadap nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita sehingga kita bisa dipertemukan lagi di bulan suci ini , dan mudah-mudahan kita senantiasa diberikan umur yang panjang dan berkah sehingga bisa di pertemukan dibulan yang mulia esok harinya. Aamiin .
Maka dari itu marilah kita untuk mulai bersiap menghadapi bulan suci dengan membersihkan hati dan fikiran jiwa yang dapat menyiksa diri . semoga di pertemukan di Ramadhan Esok hari.

Sumber : Al-Quran (Q.S Al-Baqarah) dan Tafsir Ibnu Katsir ( hal 342-350 )

Thanks For reading guys


Wassalamualaikum ..... !!!

No comments:

Post a Comment

Lagi Gelisah, deketin Allah yuk_obat galau

Assalamualaikum Wr, Wb.     Alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa m...