KEUTAMAAN SHAUM DI BULAN SUCI
RAMADHAN DAN HIKMAHNYA
ASSALAMUALAIKUM,
Kabar baik
untuk kita semua selaku umat muslim yang sebentar lagi akan menyambut bulan
suci ramadhan yang tinggal menghitung hari lagi. Namun apa saja yang harus kita
persiapkan untuk mennyambutnya ? bukan hanya sekedar makananya saja ya yang
harus di persiapkan tapi kondisi fisik yang fit juga harus di persiapkan, dan
tidak lupa untuk menjaga kekuatan mental kita yang tidak boleh batal ya shaum
nya.
Namun apa sih arti shaum itu ???
mari kita ulas satu persatu ya.
Sebagai seorang muslim yang taat
pasti kita tahu kan arti shaum yang sesungguhnya .
A.
Pengertian dan Ketentuan
Puasa (shaum) di bulan suci ramadhan.
Seperti terdapat dalam surat
Al-Baqarah : 183 – 184 berikut :
“ Hai Orang-orang yang beriman
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertaqwa (183). (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka
barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa sebanyak hari yang di tinggalkan itu pada hari-hari yang lain,
dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankanya (jika mereka berpuasa)
membayar fidyah (yaitu) memberi makan orang miskin. Barang siapa yang dengan
kerelaan hati mengeerjakan kebajikan maka itulah yang lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui. (184). “
Pada ayat
tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Allah Swt menyeru kepada orang-orang
yang beriman diantara umatnya untuk berpuasa sebagaimana orang-orang terdahulu
(ahlul kitab) .
Puasa dalam
bahasa arab diartikan juga Shaum yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang
dapat membatalkanya yaitu makan, minum, menahan/menjaga hawa nafsu dari segala
yang dilarang oleh allah swt dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dan
senantiasa dijalankan dengan niat yang tulus (ikhlas) karna Allah Swt, semata.karna
puasa itu sendiri mengandung hikmah sebagai bentuk penyucian, pembersih, dan
penjernih diri dari perbuatan-perbuatan jelek dan akhlak tercela lainya .
Puasa yang di
wajibkan oleh Allah tersebut jatuh di bulan suci ramadhan yaitu kita diwajibkan
untuk berpuasa selama sebulan penuh dimana dibulan tersebut Allah swt banyak
memberikan keberkahan, ampunan, dan dihapuskanya dosa-dosa kita serta bulan
dikabulkanya doa-doa kita.
Namun sebelum
allah memerintahkan puasa di bulan ramadhan
allah telah memerintahkan puasa selama 3 hari di awal bulan islam pada
masa nabi Nuh A.s. kemudian hal itu di nasakh (dihapus) dan digantikan
dengan bulan suci ramadhan .
“ Di riwayatkan dari Mu’adz, ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Atha,’ ,
Qatadah dan adh-Dhahhak bin Muzahim, bahwa puasa itu pertama kali dijalankan
seperti yang diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, yaitu tiga hari setiap
bulanya. Ditambhakan oleh adh-Dhahhak, bahwa pelaksanaan puasa seperti ini
masih disyariatkan pada permulaan islam sejak nabi Nuh a.s sampai allah
Menasakhkanya dengan Puasa Ramadhan. “
Hukum puasa
itu sendiri merupakan wajib bagi seorang muslim yang beriman, baligh, berakal,
mampu (untuk mengerjakanya) .
Sedangkan bagi
orang-orang yang dalam keadaan tertentu allah meringankanya dengan beberapa
ketentuan seperti tersebut pada surat Al-Baqarah : 184 di atas.diantaranya
Allah
Swt. Kemudian menjelaskan hukum puasa sebagaimana yang berlaku pada permulaan
islam. Allah berfirman :
“ Barang siapa ada diantara
kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) mka, (wajiblah
baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu dari hari-hari yang lain.
‘ Artinya,orang yang sakit dan sedang dalam perjalanan diperbolehkan untuk
tidak berpuasa. Karna ha itu merupakan kesulitan bagi mereka. Namun mereka yang
sakit dan dalam perjalanan harus mengqadhanya (megganti puasanya) pada
hari-hari yang lain.adapun orang yang sehat atau tidak dalam perjalanantetapi
merasa berat berpuasa baginya ada dua pilihan : berpuasa atau memberikan makan.
Jika mau ia boleh berpuasa atau juga boleh berbuka , taetapi juga harus
memberikan makan kepada orang miskin setiap harinya, maka yang demikian itu
lebih baik. Dan berpuasa lebih baik dari memberi makan. Demikian pendapat
menurut ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Mujjahid , Thawus , Muqathil bin Hayyan dan
ulama salaf lainya. “ oleh karna itu
Allah Swt berfirman :
“ Dan wajib bagi orang-orang
yang merasa berat menjalankanya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar
fidyah, (yaitu) : memberi makan orang seorang miskin, Barangsiapa yang dengan
kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka yang demikian itu lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui. “
Berdasarkan
firman Allah Swt diatas dan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahwa ada
beberapa ketentuan apabila seorang mukmin tak sanggup untuk berpuasa penuh dan
harus mengqadhanya/membayar fidyah diantaranya :
-
Orang yang sedang sakit
-
Orang yang sedang dalam
perjalanan jauh.
-
Orang tua yang sudah lemah.
-
Wanita hamil dan menyusui .
-
Wanita yang sedang Haid /
nifas .
B.
Kemuliaan bulan suci
Ramadhan .
Allah swt
berfirman dalam surat al-baqarah : 185
“ (Beberapa
hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan (pembeda antara yang
haq dan yang bathil). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (dinegeri
tempat tinggalnya) dibulan itu maka hendaklah ia berpuasa. Dan barang siapa sakit
atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). Maka (wajiblah) baginya berpuasa ,
sebanyak hari yang ditinggalkanya itu , pada hari-hari yang lain. Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan kepadamu supaya
kamu bersyukur” ( 2:185) .
Pada ayat diatas dapat kita
simpulkan bahwa Allah Swt memuliakan bulan puasa diantara bulan-bulan lainya
dengan memilih (mengatur/menentukan) sebabagai bulan diturunkanya Al-Quran
Al-Azhim. Allah memberikan keistimewaan ini pada bulan Ramadhan sebagaimana
telah dinnyatkan dalam hadist bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan dimana
kitab-kitab ilahiah diturunkan kepada para Nabi. Imam Ahmad bin Hanbal
Rahimahullahu meriwayatkan darri watsilah bin Al-asqa ; bahwa rasulullah Saw
bersabda :
“ Shuhuf
(lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan,
Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadhan, Injil diturunkan pada tanggal 13
Ramadhan , dan Al-Quran diturunkan 24 Ramadhan “ (HR. Ahmad).
Shuhuf Ibrahim, Kitab Taurat ,
Zabur , dan Injil diturunkan kepada nabi penerimanya dalam satu kitab
sekaligus. Sedangkan Al-Quran diturunkan secara sekligus (dari Lauh Mahfuzh) ke
Baitul Izzah di Langit dunia. Dan hal itu terjadi pada bulan Ramadhan di Malam
Lailatur Qadar. Sebagaimana Firman Allah Swt :
´Sesungguhnya
kami telah menurunkanya pada malam kemuliaan “ ( Al-Qadr :1)
‘
Sesungguhnya kami telah
menurunkanya pada bulan yang penuh berkah “ ( Ad-Dukhan : 3)
Hikmah yang bisa kita dapatkan pada saat bulan Ramadhan Ialah :
- Melatih Kejujuran
Kejujuran akan mengantar seseorang ke surga , sabda Rasulullah saw :
" sungguh kejujuran itu akan mengantar (seseorang) kepada kebaikan (amal Shalih), dan kebaikan (Amal Shalih) akan mengantarkan (seseorang) ke surga '' ( H.R Bukhari:6094, Muslim:2670) .
- Melatih Kesabaran
Pahala Orang yang bersabar tiada batasnya , Q.S Azumar : 10:
" sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas " (Q.s Azumar : 10)
- Melatih Keimanan
Bulan Ramadhan merupakan bulan pelatihan diri yang semuanya mencakup kebutuhan jasmani dan rohani yang akan mengantarkan kita pada tingkatan iman yang tinggi kepada Allah Swt.
- Menyehatkan badan.
Pada Bulan Ramadhan tubuh kita akan menjadi sehat dan bugar karena yang kita makan di bulan ramadhan biasanya makanan yang penuh protein dan bergizi seperti menu buka puasa berupa ( sup Buah, Kolak, Kurma) yang di dalamnya mengandung berbagai macam protein , selain itu selama kita berpuasa tubuh tidak akan mendapat asupan makanan yang tidak baik bagi tubuh sewaktu tidak berpuasa biasanya yang kita makan adalah makanan diluar yang jauh dari kata sehat.
- Melatih Disiplin.
Disiplin itu tumbuh karena adanya dorongan terhadap diri untuk melakukan sesuatu tepat pada waktunya seperti beribadah kepada allah saat adzan berkumandang, shalat menjadi lebih awal, dll
- Melatih Jiwa.
Biasanya di bulan ramadhan orang cenderung untuk tidakmelakukan hal kemaksiatan diri untuk mencegah batalnya puasa itu sendiri , jadi jiwa mereka akan merasa tenang dan bersih dari perbuatan maksiat.
- Melatih Fisik
Jika dihubungkan dengan Fisik , Shaum juga bisa melatih Fisik agar senantiasa bugar karna asupanmakanan yang kita makan mengandung banyak protein, karbohidrat , dan vitamin yang ada pada buah. nah pola tidur pun akan berpengaruh pada kondisi fisik .
Dengan Berpuasa penuh di Bulan suci Ramadhan mudah-mudahan kita bisa mmendapatkan 7 point hikmah puasa Ramadhan tersebut di atas dan mudah-mudahan kita menjadi golongan orang-orang yang bertaqwa .
Sungguh betapa
Luar biasanya bulan suci Ramadhan ini, dimana Bulan Rammmadhan merupakan bulan
yang paling dimuliakan dan diberkahkan oleh Allah swt, betapa banyak pula
keringanan yang Allah berikan kepada kita selaku umatnya agar senantiasa taat
terhadap ketentuan-Nya. Subhanallah
Harusnya kita senantiasa bersyukur terhadap nikmat Allah yang telah di berikan
kepada kita sehingga kita bisa dipertemukan lagi di bulan suci ini , dan
mudah-mudahan kita senantiasa diberikan umur yang panjang dan berkah sehingga
bisa di pertemukan dibulan yang mulia esok harinya. Aamiin .
Maka dari itu
marilah kita untuk mulai bersiap menghadapi bulan suci dengan membersihkan hati
dan fikiran jiwa yang dapat menyiksa diri . semoga di pertemukan di Ramadhan
Esok hari.
Sumber
: Al-Quran (Q.S Al-Baqarah) dan Tafsir Ibnu Katsir ( hal 342-350 )
Thanks For
reading guys
Wassalamualaikum
..... !!!





No comments:
Post a Comment